TRADING PEMULA WAJIB TAU 99% PROVIT
DASAR PEMAHAMAN POLA CANDLESTICK
Membaca candlestick tidak semata-mata menghafal dan mengenal
formasi-formasinya saja. Banyak buku mereferensikan beratus-ratus pola
candlestick, dengan setiap pola memiliki informasi dan keterangan untuk
mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya di pasar Forex.
Nyatanya, menghafal ratusan pola candlestick tidak membuat
perbedaan signifikan pada performa trading Anda. Sebut saja Three Black
Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan entah apalah itu
namanya. Terlalu banyak, bikin pusing, dan tidak praktis.
Sebenarnya, Anda tidak perlu menghafal semua pola untuk analisa
candlestick. Anda hanya perlu tahu gambaran besar cara membaca candlestick , karena
setiap candle pada dasarnya sudah mampu menginformasikan struktur harga,
kekuatan tren, dinamika Buyer melawan Seller, dan proyeksi arah harga akan
bergerak nantinya.
Empat Elemen Dasar
Sebagai Panduan Membaca Candlestick
Langkah 1: Perang
Candlestick
Sebelum kita mulai terjun di pasar forex dan mendalami
elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang
yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi
karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu
pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan
siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontrol, dan pihak mana
memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertempuran berikutnya.
Langkah 2: Pahami
Konteks (Gambaran Besar) Saat Analisa Candlestick
Perlu digarisbawahi, candlestick tidak dapat diamati dalam satu
pola saja, tanpa mengetahui dinamika harga sebelumnya. Analisa candlestick
harus dicermati dengan memperhitungkan pula pergerakan harga lampau. Karena
itu, setiap kali kita coba membaca candlestick atau formasi harga, kita harus
mempertanyakan beberapa hal berikut:
·
Apakah candlestick terkini ukurannya lebih kecil atau besar dari candle
sebelumnya?
·
Apakah perubahan ukuran tersebut berarti?
·
Apakah perubahan terjadi saat sesi trading tak aktif? Misalnya,
candlestick pada pasangan-pasangan mata uang EUR sering mengkerut atau mengecil
pada sesi Asia karena volume trading-nya juga kecil.
Langkah 3: Formasi Candlestick Di Setiap Broker Belum Tentu Sama
Analisa candlestick bukanlah suatu metode trading yang patokan harganya
bisa dianggap sama secara universal. Faktanya, apa yang dilihat trader A di
chart-nya belum tentu sama dengan apa yang disaksikan trader B jika mereka
trading di broker yang berbeda.
Hal ini tidak serta merta menandakan kesalahan broker forex, karena
perbedaan semacam itu umumnya disebabkan oleh perbedaan jam server platform
antar broker. Bisa jadi jam server broker A lebih awal dibanding broker B,
sehingga candlestick di platform broker A akan lebih dulu terbentuk.
Secara keseluruhan, poin-poin di atas penting untuk dipegang supaya kita
terhindar dari pemikiran sempit yang membatasi pemahaman gambaran besarnya.
Berbekal pegangan itu, sekarang kita dapat mengeksplor 4 elemen penting untuk
membaca candlestick:
Elemen 1: Ukuran
Badan Candlestick
Ukuran badan (body) candlestick adalah poin awal yang bagus karena kita
bisa dapat banyak informasi darinya.
·
Panjang badan candlestick menunjukkan kekuatan salah satu pihak.
·
Ukuran badan memanjang berarti menampilkan menguatnya momentum.
·
Saat badan mengecil, berarti momentum juga bertambah pelan.
Singkatnya, panjang badan menunjukkan seberapa jauh harga telah bergerak
selama durasi candle tersebut (timeframe per candle).
Elemen 2: Panjang
Sumbu Candlestick (Wick)
Panjang sumbu candlestick menginformasikan volatilitas pergerakan harga
dalam trading forex.
·
Sumbu panjang mengindikasikan bahwa harga bergerak cepat selama durasi
candlestik terkait, tapi mengalami penolakan karena adanya perlawanan.
·
Jika sumbu bertambah panjang, berarti volatilitas semakin meningkat. Hal
ini sering terjadi di akhir sebuah tren, sebelum harga berbalik arah, atau
ketika harga mendekati Support Resistance penting.
Elemen 3: Rasio
Panjang Badan dan Sumbu
Mulai dari sini kita sudah bisa mendapat gambaran besar dalam membaca
candlestick.
·
Mana yang lebih panjang, badan atau sumbu candlestick?
·
Pada saat tren dengan momentum tinggi, Anda akan sering mendapati
candlestick berbadan panjang dengan sumbu lebih kecil.
·
Saat pasar sedang dilanda ketidakpastian, volatilitas meningkat sehingga
badan candlestick mengecil, tapi sumbunya lebih panjang.
Elemen 4: Posisi
Badan Candlestick
Elemen ini merupakan pengembangan dari elemen sebelumnya.
·
Apakah Anda menemukan candlestick bersumbu panjang dengan posisi badan
berada di salah satu ujungnya? Hal ini menunjukkan perlawanan.
·
Candlestick dengan posisi badan di tengah-tengah sumbu bawah dan atas
mengindikasikan keraguan/ketidakpastian di pasar.
Dengan memahami semua elemen dasar di atas, kita dapat membaca
candlestick tanpa perlu menghafal bentuk atau namanya satu per satu.
Penampilan candlestick pada masing-masing trading platform (MT4,
cTrader, Tradingview, dsb.) bisa saja berbeda. Namun dengan memahami 4 elemen
dasarnya, kita masih dapat membaca candlestick dengan akurat, bagaimanapun
tampilannya pada chart.
Contoh Analisa
Candlestick Pada Chart
Sampai di sini, kita sudah mengupas setiap elemen-elemen dasar untuk
analisa candlestick. Sekarang, dengan pengetahuan tersebut kita dapat
mengunakannya untuk membedah grafik harga.
Contoh #1
Perhatikan arah pergerakan harga pada chart di bawah ini. Berikut adalah
uraian mengenai informasi pergerakan harga berdasarkan analisa candlestick:
·
Selama Downtrend, candlestick menampilkan badan merah panjang dengan
sumbu kecil atau tak bersumbu sama sekali. Artinya, momentum Bearish masih
kuat.
·
Di posisi bawah, kita menemukan penolakan. Satu candle saja belum cukup
untuk memastikan sinyal pembalikan arah. Reversal baru terkonfirmasi ketika
harga ditutup lebih tinggi daripada pembukaan candle.
Contoh #2
Pada contoh di bawah, harga memperlihatkan kondisi pasar
sideways. Beginilah cara kita membaca candlestick dalam kondisi tersebut:
·
Harga terjun ke bawah di sisi kiri dengan candle Bearish kuat dan tiada
satupun Bullish candle di tengah-tengahnya.
·
Berikutnya, panjang badan candlestick mulai mengerut, tapi ekornya
semakin panjang. Artinya, momentum sedang melemah.
·
Harga kembali mengarah ke titik Support sebelumnya, dan sekarang berubah
menjadi Resistance. Candlestick menampilkan penolakan pada titik tersebut.
·
Saat harga mendekati titik Support di bawah, badan candle semakin
mengecil dan ekor semakin sering muncul. Ini merupakan indikasi keraguan pasar.
Artinya, kecil kemungkinan harga untuk menembus Support.
·
Sebelum harga terjun menembus Support, harga tampil membentuk barisan
candlestick Bearish saja, yang berarti momentum menurun juga semakin kencang.
Contoh #3
Pada contoh terakhir, terbentuk pola candlestick klasik di akhir tren.
Pola candlestick tersebut merupakan landasan untuk menentukan kapan
harga akan berbalik arah.
·
Selama Uptrend, analisa candlestick menyorot badan candle yang terlihat
jelas memanjang dan sumbunya mengecil.
·
Berikutnya, muncul dua candlestick dengan ekor memanjang ke bawah.
Indikasinya, harga berusaha bergerak ke bawah, tapi tekanan Seller masih belum
cukup kuat.
·
Setelah aksi sell-off gagal tadi, badan candlestick
semakin mengecil, sehingga mencerminkan bahwa tren sudah mulai kehilangan
momentumnya.
·
Dari situ muncullah candlestick Bearish balasan dengan ukuran badan
panjang, yang mengonfirmasikan pembalikan arah untuk menurun.
Kesimpulan: Anda
Tidak Butuh Menghafal Pola Candlestick
Dengan artikel ini, Anda sudah bisa memahami arti dari masing-masing
candlestick tanpa perlu menghafal nama dan formasi setiap pola candlestick.
Perlu dicatat, untuk menjadi trader profesional kita harus
mengembangkan strategi di luar kebiasaan pasar dan menghindari
kesalahan-kesalahan umum dalam bertrading.
Intinya, dengan mempelajari dasar-dasar elemennya, Anda
dapat membaca candlestick dengan lebih sederhana dan akurat, seperti mengetahui
perbandingan kekuatan antara Buyer melawan Seller, siapa yang dominan, dan
pihak mana yang sedang tertekan. Jika Anda memahami hal-hal tersebut, maka
membaca pasar dan memperkirakan arah harga selanjutnya akan jauh lebih mudah,
ketimbang harus menghafal satu per satu pola candlestick yang ada.
Selain pola candlestick, masih ada banyak ilmu trading yang perlu
dipelajari jika Anda ingin sukses menjadi trader. Berbagai pembahasan mulai
dari analisa teknikal hingga fundamental bisa Anda kuasai di portal belajar forex untuk trader Indonesia .




Komentar
Posting Komentar